Profil MTS At-Tafsiriyyah

Selasa, 10 Mei 2011 , 01:25:00
Adapun pertanian yang diajarkan oleh pihaknya di antaranya, para siswa diajarkan untuk mengelola kebun yang ditanami dengan sayuran seperti cabai, jagung, kol, dan lain sebagainya.
"Selain sayur-sayuran juga mengajarkan usaha ikan hias. Ya, alhamdulillah ada penopang buat mereka," ujarnya kembali. Hasil usaha para siswa luar biasa. Seperti usaha bakso ikan dan sapi yang dikelola para siswa pemasarannya mencapai Bogor. Yang lebih menarik lagi, kegiatan pertanian yang dikelola ternyata bisa menghasilkan hasil signifikan. Dengan tanah yang terbatas tetapi bisa menghasilkan tonan. (rp4)

Untuk Pendaftaran Siswa MTs dan Santri baru, silakan datang langsung ke MTs At-Tafsiriyyah, Jl. Tipar Gg.esantren No 8 Kota Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.

Selasa, 10 Mei 2011 , 01:25:00
MTs At Tafsiriyyah Dorong Wirausaha Pertanian
Sumber : http://www.radarsukabumi.com/index.php?mib=berita.detail&id=69233
Sumber : http://www.radarsukabumi.com/index.php?mib=berita.detail&id=69233
BERTANI: Kepala Sekolah MTs At-Tafsiriyyah Rifki fauzi Rahman di perkebunannya.foto:nunur/radarsukabumi
CITAMIANG--Pendidikan sekaligus pesantren banyak terdapat di Kota Sukabumi. Tapi, pendidikan, pesantren sekaligus pembekalan usaha baru ada di MTs At-Tafsiriyyah. MTs yang berlokasi di Gang Masjid Kelurahan Tipar Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi ini sudah melakukan hal tersebut sejak lama."Untuk konsep pendidikan sendiri kita mempunyai tiga konsep," ungkap Kepala sekaligus Ketua Yayasan MTs At Tafsiriyyah, Rifki Fauzi Rahman. Pola pendidikan sendiri di antaranya, pendidikan formal, pendidikan akhlak dalam hal ini para siswa sekaligus belajar lebih dalam tentang agama di luar kurikulum dalam hal ini pesantren. Sementara yang terakhir, para siswa juga diajarkan entrepreneur."Kami mencoba mengembangkan siswa dan anak-anak pesantren untuk belajar mandiri. Makanya, mereka kami ajarkan pertanian dan usaha kecil," sambungnya.Adapun pertanian yang diajarkan oleh pihaknya di antaranya, para siswa diajarkan untuk mengelola kebun yang ditanami dengan sayuran seperti cabai, jagung, kol, dan lain sebagainya.
"Selain sayur-sayuran juga mengajarkan usaha ikan hias. Ya, alhamdulillah ada penopang buat mereka," ujarnya kembali. Hasil usaha para siswa luar biasa. Seperti usaha bakso ikan dan sapi yang dikelola para siswa pemasarannya mencapai Bogor. Yang lebih menarik lagi, kegiatan pertanian yang dikelola ternyata bisa menghasilkan hasil signifikan. Dengan tanah yang terbatas tetapi bisa menghasilkan tonan. (rp4)
Jum'at, 19 November 2010 , 01:37:00
MTs At-Tafsiriyyah Dalami Bahasa Arab
Sumber: http://www.radarsukabumi.com/index.php?mib=berita.detail&id=63287
Sumber: http://www.radarsukabumi.com/index.php?mib=berita.detail&id=63287
BELAJAR BAHASA: Sejumlah siswa MTs At-Tafsiriyyah belajar di kelas, kemarin. foto: isep/radar sukabumi.
SUKABUMI-- Sebagai madrasah yang berawal dari pengembangan program pesantren, MTs At-Tafsiriyyah merupakan madrasah yang merapkan sistem boarding school bagi setiap siswanya. Kepala MTs At-Tafsiriyyah, Rifki Fauzi Rahman mengatakan program yang didepankan saat ini adalah peningkatan program bahas yang dikolaborasikan dengan pendidikan pesantren sudah ada jauh sebelum lembaga pendidikan formal lahir. Bahkan pesantren salaf muncul jauh sebelum negara Indonesia ini terbentuk. Sejak zaman penjajahan Belanda, pesantren salaf sudah ada, dan bahkan para pengasuhnya ikut aktif ambil bagian dalam berjuang mengusir penjajah. Lebih dari itu para tokoh pesantren salaf juga ikut terlibat menyusun konsep republik ini. "Jika dilihat dari sejarah pendidikan pesantren memang lebih dulu. Namun, bagi saya sebagai orang pesantren juga ingin mengkolaborasikan proses pembelajaran pesantren dengan madrasah," ujarnya kepada Radar Sukabumi. Madrasah yang beralamat di Jalan Tipar Gang Pesantren Nomor 08 Kelurahan Tipar Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi ini. Yakin dengan pengabungan program pendidikan formal seperti madrasah dan pendidikan nonformal seperti pesantren akan berdampak positif terhadap polarisasi pendidikan yang berlangsung. Dalam perkembangannya pesantren salaf telah berhasil mencetak para alumninya menjadi tokoh agama atau pemimpin, yang relevan dan dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat. Tidak sedikit tokoh politik, pendidikan, dan sosial di negara ini yang sesungguhnya adalah lulusan pesantren salaf. Namun pada perkembangan selanjutnya, mereka itu tidak memiliki akses untuk ambil bagian dalam peran-peran strategis membangun bangsa ini, karena terbentur oleh ijazah yang tidak mendapatkan pengakuan pemerintah. "Untuk itulah, kami mulai membuka lembaga pendidikan formal agar dapat mensinergikan kebutuhan yang ada saat ini," ujar Pimpinan Pondok Pesantren At Tafsiriyyah, KH Duduh Abdilah Ilyas. Lulusan pesantren salaf, misalnya, hanya sebatas mendaftar untuk menjadi kepala desa, anggota DPR, dan apalagi sebagai PNS atau ABRI selama ini tidak diterima. Padahal kenyataannya, dalam kehidupan bermasyarakat, mereka berhasil melakukan peran-peran strategis sekalipun sebatas bersifat informal, misalnya memimpin kehidupan keagamaan, pendidikan, dan sosial lainnya."Lulusan pesantren kami pun banyak yang dijadikan orang sebagai tokoh," tambahnya. Pesantren jika dilihat sebagaimana cara melihat lembaga pendidikan formal pada umumnya. Padahal pesantren, khususnya pesantren salaf, memiliki paradigma pendidikan yang khas dan berbeda dengan lembaga pendidikan pada umumnya. Biasanya untuk memberikan pengakuan, pemerintah memberlakukan beberapa standar yang harus dipenuhi, sedangkan pesantren salaf tidak menggunakan standar tersebut. Sekalipun dari sejarah berdirinya, tujuan pendidikan dan metode pengajarannya, kurikulum yang dikembangkan, pendidik atau para pengasuhnya dan, tidak terkecuali adalah kepemimpinan dan manajerialnya. Semua aspek tersebut sangat berbeda bilamana dibandingkan dengan pendidikan modern. Oleh sebab itu, membandingkan dan apalagi menyamakan pendidikan salaf dengan lembaga pendidikan formal, adalah sangat tidak tepat. Kecuali mennggabungkan kedua sistem atau polarisasi pembelajaran yang berlangsung. "Kami yakin dengan program yang dibawa saat ini dapat membantu terhadap dunia pendidikan," pungkasnya. (rp9) 
Untuk Pendaftaran Siswa MTs dan Santri baru, silakan datang langsung ke MTs At-Tafsiriyyah, Jl. Tipar Gg.esantren No 8 Kota Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.

